OneEast.co.id – Pemulihan global diperkirakan oleh Lembaga Keuangan Morgan Stanley akan mendapatkan momentum dan keleluasaan pada tahun 2018. Hal ini diperkirakan terjadi berkat kebijakan moneter yang masih akomodatif dan stimulus fiskal yang lebih besar. Hal ini tercerminkan pada PDB EM. Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan PDB global berada di atas rata-rata jangka panjang sebesar 3,5% menjadi 3,8% tahun depan yang merupakan tingkat pertumbuhan terkuat sejak 2011.

Seperti yang dikutip dari laman Okezone.com, Selasa (28/11/2017), Morgan Stanley melakukan riset mengenai prospek makro global tahun 2018 dengan judul “Stronger for Longer” dengan para ekonom yang antara lain Elga Bartsch, Chetan Ahya, Jonathan Ashworth, dan Nora Wassermann. Dalam riset ini Morgan Stanley mengatakan Indonesia berada di jalur pemulihan bertahap. Morgan Stanley melihat beberapa faktor risiko mendatang seperti risiko pemilu, laju reformasi struktural, lingkungan pendanaan global dan harga komoditas. Morgan Stanley mengharapkan jalur pemulihan dengan pertumbuhan PDB yang mencapai 5,4% pada tahun 2018 dan 5,5% pada tahun 2019.

Riset ini menguraikan pertumbuhan terkait langkah solid di Developed Market (DM), dan percepatan di Emerging Market (EM). Pemulihan global kemungkinan akan semakin meningkat seiring dengan momentum kenaikan EM. Sedangkan siklus bisnis yang baik menyebabkan pertumbuhan DM pada 2019 melambat, namun tetap ada dalam potensi yang ada.

Masa akhir siklus atau late-cycle sudah dilewati oleh Amerika Serikat (AS) dan China saat ini. Sedangkan kawasan Eropa dan Jepang berada di tengah siklus atau mid-cycle dan eksportir komoditas EM berada di awal siklus.