Articles - Lifestyle

24 August 2017 | 15.41 WIB

Gawat! Populasi Tembus 47 Juta, Laju Kendaraan di Jakarta 10 Km/Jam

 

OneEast.co.id - Populasi masyarakat di Jakarta dan sekitarnya (Bodetabek) berimbas terhadap parahnya arus lalu lintas di pusat kota yang jadi tumpuan para pekerja. Pergerakan kendaraan menjadi terhambat karenanya. Menteri Perhubungan (Menhub) cukup konsen terhadap permasalahan kemacetan di ibu kota yang kian waktu kian mengkhawatirkan. Dirinya pun mengumpulkan para stakeholder guna membahas masalah kemacetan dan bersama-sama mencari solusi.

"Jakarta tumbuh sebagai kota yang besar. Jakarta bukan saja Jakarta, tapi ada Jabodebek. Itu satu size di kota dunia termasuk kota yang sangat besar. Karenanya kita sekarang di mana tekanan lalu lintas begitu ketat. Kita harus ambil satu solusi," kata Menhub Budi Karya Sumadi di kantornya, Kamis (24/8/2017). Sebagai gambaran, Budi memaparkan data bahwa saat ini populasi orang di Jabodetabek sudah menyentuh angka sekira 47 juta jiwa. Bisa dibayangkan padatnya lalu lintas di perkotaan ketika jam kerja dan jam pulang kerja. Dirinya menyatakan, populasi yang mencapai 47 jiwa itu setara dengan populasi di 10 negara. "Jumlah penduduk luar biasa yaitu 47 juta. Itu kalau standarnya bisa 10 negara, bayangkan itu ada di kota yang namanya Jabodetabek. Dari 47 juta itu kita identifikasi kegiatan paling banyak di internal Jakarta, 19,4 juta, 40% masyarakat (Jabodetabek) lakukan kegiatan sehari-hari," paparnya.

Artinya ada 19 juta orang yang tiap harinya berlalu-lalang di jalanan ibu kota. Terang saja hal itu membuat kemacetan di Jakarta begitu parah. Bahkan, Menhub mengatakan ada di suatu jalan yang karena macet, laju kendaraan tidak lebih dari 20 km per jam. "Catatan kami bahwa dengan populasi demikian maka ada rasio yang sangat memprihatinkan, bahkan ada satu kecepatan yang sudah tak bisa dibayangkan. Orang berkendara mobil 10 sampai 20 km per jam. Tapi itu lah faktanya. Kita harus cari solusi yang baik," tandasnya.