OneEast.co.id - Mungkinkah kota bisa meminimalisasi kendaraan pribadi? Inilah yang diimpikan perusahaan di Korea Selatan. Mereka kini tengah membangun sebuah kota di mana dalam aktivitas kesehariannya menggunakan mobil pribadi sebagai pilihan terakhir.

International Business District (IBD), nama kota yang tengah dibangun di Songdo, Korea Selatan  (Korsel), didesain untuk menghilangkan kebutuhan pada mobil pribadi. Ke mana pun masyarakatnya beraktivitas seperti bekerja, antar-jemput anak dari sekolah, atau belanja ke mal, diupayakan bisa menggunakan transportasi massal atau sepeda. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan kota ramah lingkungan.

“Proyek yang dimulai pada 2002 itu memprioritaskan pusat transit untuk bus, subway, dan sepeda, daripada jalanan untuk kendaraan pribadi,” ungkap Stan Gale, Chairman Gale International, pengembang IBD seperti yang dikutip dari laman SindoNews.com, Rabu (13/12/17).

Saat ini pembangunan kota yang menelan anggaran sebesar USD35 miliar (Rp 476 triliun) itu masih berlangsung. Jika telah kota yang memiliki luas 100 juta kaki m2 atau seukuran pusat kota Boston itu didesain untuk menghilangkan kebutuhan pada mobil pribadi. Kota yang dibangun di sepanjang Laut Kuning itu akan selesai pada 2020.

Untuk mewujudkan gagasan penggunaan mobil pribadi seminimal mungkin berbagai fasilitas IBD seperti pusat ritel, perkantoran, taman, fasilitas kesehatan dan sekolah, semua dekat dengan perumahan. Sebagian besar gedung selain perumahan dibangun dalam jarak yang mudah ditempuh dengan berjalan kaki dari segala arah.

Gedung apartemen dan bisnis dibangun hanya 12 menit dari halte bus atau stasiun subway. Jalur sepeda sepanjang 15 mil terbentang di penjuru distrik yang terhubung dengan jaringan 90 mil di Songdo City.

Sekitar 40% wilayah itu merupakan ruang hijau yang luasnya dua kali dari New York City. “Ruang hijau itu pun mendukung warga untuk berjalan kaki,” kata Gale. 

Taman terbesar IBD berukuran 101 acre yang terinspirasi oleh Central Park di Manhattan, Amerika Serikat (AS). “Apa yang Anda lihat sekarang di Songdo, kota yang kompak dan sangat enak digunakan berjalan, merupakan hasil langsung dari pendekatan penuh pemikiran dalam perencanaan,” ujar Gale.

Untuk diketahui, Songdo IBD merupakan kota cerdas baru yang dibangun sejak awal di lahan seluas 600 hektare. Kota itu menggunakan lahan sepanjang perairan Incheon, 65 km baratdaya Seoul dan terhubung dengan Bandara Internasional Incheon dengan jembatan sepanjang 12,3 km yang disebut Incheon Bridge.

Songdo IBD menjadi kota kedua di dunia yang sebagian besar gedungnya mendapat sertifikasi LEED setelah Greensburg, Kansas. Saat pemerintah mulai merencanakan Songdo City pada 2000, sebanyak 500 ton pasir ditimbun ke atas lahan rawa untuk membangun fondasi. Sekarang sebanyak 20.000 unit perumahan selesai atau sedang dibangun di IBD, yang akan dihuni sekitar 50.000 orang. Sekitar 100.000 orang tinggal di Songdo City yang lebih luas.