OneEast.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu mengumumkan jika pola konsumsi masyarakat mulai bergeser ke arah hiburan dan liburan. Hal tersebut dibuktikan sepinya ritel dan ramainya sejumlah travel fair yang terjadi. Namun Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Soekamdani membantah hal tersebut. Menurutnya, tidak ada lonjakan pengunjung baik dari kamar hotel maupun taman rekreasi yang ditemukan.

"Kami tidak menemukan terjadi shifting ke hotel, dan kami juga tanya ke teman-teman, taman rekreasi juga tidak lihat lonjakan signifikan, juga di teman-teman travel agent yang kelola outbond (tidak terjadi lonjakan)," ujarnya saat ditemui di Hotel Grand Sahid, Jakarta, seperti yang dikutip dari laman Okezone.com, Selasa (21/11/2017). Menurutnya, pertumbuhan hotel dan tempat rekreasi lainnya saat ini masih terbilang normal. Bahkan secara keseluruhan, pertumbuhannya hanya 5-10%.

"Tamu lokal itu enggak terlihat. Normal-normal saja ya, kenaikannya itu paling over all antara 5-10%. Kalau ada shifting itu kan semua ya, ini enggak," jelasnya. Itupun lanjut Hariyadi, peningkatan jumlah pengunjung hotel bukanlah dari shifting masyarakat menuju leasure. Menurutnya pertumbuhan hotel lebih dipengaruhi karena adanya musim liburan.

"Kemarin saja ramai semester pertama karena banyak libur ya. Tapi yang melonjak itu hanya liburan hari kejepit yang pertama ya. Kan libur kejepit itu kan beberapa kali tuh. Kejepit berikutnya biasa saja," ucapnya.